Minggu, 05 Februari 2012

Penjualan Angsuran



PENJUALAN ANGSURAN


Penjualan angsuran adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya  dilaksanakan secara bertahap.
1.            Pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, pejual menerima pembayaran pertama sebagian dari harga penjualan.
2.            Sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran.
Untuk menghindari resiko karena pembeli tidak membayar dan supaya penjual tidak mengalami kerugian, maka biasanya saat membeli ada beberapa perjanjian, antara lain:
1.      Pada saat membeli disertai dengan meninggalkan jaminan ke penjual.
2.      Hak kepemilikan barang berpindah ke pembeli, kalau pembayarannya sudah lunas.
Untuk mengurangi kemungkinan kerugian yang terjadi dalam pemilikan kembali, factor-faktor yang harus diperhatikan penjual :
1.      Besarnya pembayaran pertama (down payment).
2.      Jangka waktu pembayaran.                           
3.      Besarnya pembayaran angsuran.                          


PERHITUNGAN BUNGA (Interest) pada PENJUALAN
ANGSURAN dan PENCATATANNYA

Dalam setiap penjualan angsuran ada bunga yang ditanggung oleh pembeli. Dengan demikian setiap angsuran yang dibayarkan pembeli terdiri dari angsuran pokok pinjaman dan bunga yang
diperhitungkan.

Macam-macam perhitungan bunga yang dapat dipakai dalam penjualan angsuran yaitu:
1.            Bunga dihitung dari pokok pinjaman
2.            Bunga dihitung dari sisa pinjaman
3.            Sistem anuitas (bunga semakin menurun dan angsuran pokok pinjaman meningkat)

Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1.      Bunga dihitung dari pokok pinjaman/sistem bunga tetap dan angsuran pokok tetap.
Dalam metode ini besarnya bunga dihitung dari pokok pinjaman sehingga besarnya bunga adalah tetap.
2.      Bunga dihitung dari sisa pinjaman/Sistem bunga menurun dan angsuran pokok pinjaman tetap.
Besarnya bunga dihitung dari saldo pinjaman awal periode, tergantung periodenya bulanan atau tahunan. Kalau angsuran bulanan, bunga didasarkan pada saldo awal bulan. Kalau angsuran tahunan, maka bunga didasarkan pada saldo awal tahun. Jumlah
bunga semakin lama semakin turun.
3.      Sistem anuitas.
Besarnya bunga dihitung menggunakan rumus anuitas. Dengan menggunakan rumus anuitas jumlah angsuran tetap tetapi jumlah bunga semakin menurun, sedangkan angsuran pokok semakin meningkat. 




PERLAKUAN AKUNTANSI LAINNYA

Perlakuan Akuntansi Penjualan Angsuran yang lain, kecuali masalah
penentuan bunga adalah:
a.       Pengakuan Laba Kotor
b.      Tukar- tambah ( trade in)
c.       Pembatalan Penjualan Angsuran

a.      Pengakuan Laba Kotor
Dasar pengakuan laba yang dapat dipakai dalam penjualan angsuran
adalah:
1. Dasar Penjualan (Accrual Basis)
2. Dasar tunai (Cash Basis)

Penjelasannya adalah sebagai berikut
1. Dasar Penjualan (Accrual Basis)
Bila menggunakan dasar ini, laba kotor diakui pada saat penjualan angsuran terjadi tanpa memperhatikan apakah pembayarannya sudah diterima atau belum. Cara ini sama dengan pencatatan penjualan kredit biasa. Metode ini dapat digunakan bila memenuhi 3 kondisi:
- Jangka waktu pembayaran relatif pendek
- Kemungkinan terjadinya pembatalan sangat kecil
- Biaya-biaya yang berhubungan dengan penjualan angsuran bisa ditaksir dengan teliti
                                              
2. Dasar tunai (Cash Basis)
Dalam metode ini laba kotor diakui saat pengumpulan kas. Setiap
pengumpulan kas terdiri dari:
a. pembayaran atas beban pokok penjualan dan
b. pembayaran atas laba kotor



Ada 3 metode untuk memperlakukan penerimaan piutang penjualan angsuran, yaitu:
1. Harga pokok kemudian laba kotor (cost recovery method)
Dalam metode ini penerimaan kas pertama dianggap sebagai penutup beban pokok penjualan dahulu, setelah beban pokok penjualan tertutup, baru penerimaan kas berikutnya diakui
sebagai laba kotor.
2. Laba kotor kemudian harga pokok
Dalam metode ini penerimaan kas pertama dianggap sebagai perolehan laba kotor dahulu, setelah laba kotor tercapai baru sisa penerimaan kas berikutnya diakui sebagai penutup harga
pokok.
3. beban pokok penjualan dan laba kotor diakui secara proporsional (metode penjualan angsuran)
Dalam metode ini setiap periode penerimaan kas diakui adanya pembayaran beban pokok penjualan dan realisasi laba kotor. Dari ketiga metode di atas, yang paling banyak dipakai adalah perlakuan yang ketiga, yaitu beban pokok penjualan dan laba kotor diakui secara proporsional setiap menerima kas.


b.      Tukar Tambah atau Trade In
Tukar tambah adalah penjualan dimana pembeli menyerahkan barangnya sebagai uang muka (down payment/DP) kekurangannya dibayar secara angsuran. Dalam penjualan angsuran sering terjadi cara tukar tambah untuk menarik pembeli. Dalam tukar tambah, barang yang diserahkan sebagai uang muka dicatat berdasar realisasi bersihnya dengan syarat :
Nilai realisasi bersih tidak boleh melebihi nilai pokok pengganti (current replacement cost).
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual barang dikurangi biaya perbaikan, biaya pemasaran, dan biaya-biaya lain serta taksiran laba yang diharapkan. Selisih antara harga yang disepakati dengan nilai realisasi bersih dimasukkan ke rekening cadangan kelebihan harga. Pada akhir periode rekening cadangan kelebihan harga mengurangi rekening penjualan angsuran. Jadi harga penjualan angsuran sebenarnya adalah sebesar rekening penjualan dikurangi cadangan kelebihan harga.

                                                                                        
c.       Pembatalan Penjualan Angsuran

Dalam penjualan angsuran kadangkala pembeli tidak dapat melunasi angsurannya sehingga terjadi pembatalan penjualan angsuran.
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh penjual adalah:
1.         Barang yang sudah dijual dimiliki kembali.
Penjual harus menilai kembali barang tersebut. Dalam penilaian kembali harus dipertimbangkan cadangan untuk perbaikan dan laba normal yang diharapkan apabila barang tersebut dijual lagi (nilai realisasi bersih).
2.         Piutang penjualan angsuran yang belum dibayar dibatalkan.
3.         Mencatat laba atau rugi pembatalan penjualan angsuran.
Tergantung metode pengakuan laba kotor yang digunakan (laba kotor diakui saat penjualan atau laba kotor diakui secara proporsional dengan penerimaan kas).
                                                            
Laba Kotor Diakui Saat Penjualan
Pada metode ini laba kotor diakui saat penjualan sehingga saldo piutang penjualan angsuran merupakan beban pokok penjualan yang belum diterima pembayarannya. Jadi selisih antara nilai realisasi bersih atas barang yang diterima kembali dengan saldo piutang penjualan angsuran merupakan laba atau rugi pembatalan penjualan angsuran.
                                                           
Laba Kotor Diakui Secara Proporsional dengan Penerimaan Kas
Pada metode ini laba kotor diakui secara proporsional dengan penerimaan kas, sehingga saldo piutang penjualan angsuran terdiri dari laba kotor yang belum direalisasi dan beban pokok penjualan angsuran. Jadi selisih antara nilai realisasi bersih atas barang yang diterima kembali dengan saldo piutang penjualan angsuran dan laba kotor belum direalisasi merupakan laba atau rugi pembatalan penjualan angsuran.



Sumber : http://resum.wordpress.com/2010/12/28/penjualan-angsuran/

Jumat, 03 Februari 2012

Penjualan Konsinyasi


PENJUALAN KONSINYASI
          
Konsinyasi merupakan suatu perjanjian dimana salah satu pihak yang memiliki barang menyerahkan sejumlah barang kepada pihak tertentu untuk dijualkan dengan memberikan komisi.
Pengamanat (Consignor)
Pihak yang menyerahkan barang.
               
Komisioner (Consignee)
Pihak yang menerima barang.

Alasan Pengamanat

1.    Memungkinkan produsen memperoleh daerah pemasaran yang lebih luas, terutama : barang baru,  barang mahal, harga berfluktuasi
2.      Memperoleh spesialis penjualan
3.      Harga jual eceran dapat dikendalikan

Alasan Komisioner
1.      Terlepas dari resiko kegagalan penjualan barang
2.      Resiko kerusakan fisik dan fluktuasi harga dapat dihindari
3.      Kebutuhan modal kerja berkurang

Kontrak Kerja (Hak & Kewajiban Consignee)
Hak Consignee:
1.      Berhak memperoleh penggantian biaya dan imbalan penjualan
2.      Berhak menawarkan garansi atas barang tersebut

Kewajiban Consignee:
1.      Harus melindungi barang consignor
2.      Harus menjual barang consignor
3.      Harus memisahkan secara fisik  barang consignor dengan barang dagangan lainnya
4.      Mengirimkan laporan berkala mengenai kemajuan  penjualan barang consignor
Masalah akuntansi bagi komisioner :    
  1. transaksi consignor dicatat secara terpisah
  2. transaksi tidak dicatat secara terpisah dari transaksi penjualan reguler perusahaan komisioner.
Apabila diselenggarakan pembukuan secara terpisah, maka komisioner harus membentuk rekening “barang-barang komisi”.
Contoh :
Fa Baru berusaha dibidang perdagangan elektronik. Khusus untuk pesawat TV mengadakan kerjasama consignor dengan PT Jaya. Dengan ketentuan, Fa Baru diberikan komisi 25% dari penjualan. Ongkos angkut lokal ditanggung pihak pengamanat. Harga jual Rp 100.000 setiap pesawat TV.



Pencatatan pada buku komisioner (Fa Baru)
Dalam ribuan
Transaksi
Terpisah
Tidak terpisah
1.       penerimaan barang 100 TV @ Rp 100.000
Memorandum
Memorandum
2.       dijual  100 TV
Piutang dagang      10000 
Barang-barang
komisi                     10000
Piutang dagang      10000 
Penjualan                 10000
Pembelian              7500
Hutang PT Jaya         7500
3.       dibayar ongkos angkut lokal
Barang-barang 
komisi                  50
kas                           50
Hutang PT Jaya      50 
Kas                           50
4.       penerimaan piutang
Kas                       10000 
Piutang dagang        10000
Kas                        10000 
Piutang dagang         10000
5.       komisi hasil penjualan
Barang-barang 
komisi                  2500
Pendapatan komisi    2500

6.       pengiriman perhitungan penjualan
Barang-barang 
Komisi                  7450
Kas                            7450
Hutang PT Jaya     7450 
Kas                            7450


Masalah akuntansi bagi pengamanat :
-          diselenggarakan terpisah dari transaksi penjualan reguler
-          tidak diselenggarakan secara terpisah
Metode administrasi barang dagangan :
-          metode perpetual
-          metode phisik
Pencatatan pada buku pengamanat (PT Jaya)
Secara terpisah
dalam ribuan
Transaksi
Metode perpetual
Metode phisik
Pengiriman barang
Barang-barang 
konsinyasi                    60
Persediaan produk
jadi                                60
Barang-barang 
konsinyasi                  60
Pengiriman barang
konsinyasi                    60
Dibayar ongkos angkut
Barang-barang 
konsinyasi                   40
Kas                                40
Barang-barang 
konsinyasi                 40
Kas                               40
Diterima perhitungan penjualan 
-          mencatat hasil penjualan
Piutang dagang          7450 
Penjualan
konsinyasi                 7450
Piutang dagang        7450 
Penjualan
konsinyasi                7450
-          mencatat HPP
HPP konsinyasi           6000 
B. penjualan knsnyasi  40
Barang-barang
konsinyasi                 6040
HPP konsinyasi           6000 
B. penjualan knsnyasi  40
Barang-barang
konsinyasi                6040
Diterima uang dari Fa Baru
Kas                          7450 
Piutang dagang         7450
Kas                          7450 
Piutang dagang        7450
Menutup ke R/L

Pengiriman barang 
konsinyasi               6000
Rugi-laba                 6000

Secara tidak terpisah
Dalam ribuan
Transaksi
Metode perpetual
Metode phisik
Pengiriman 100 buah TV
Barang-barang 
konsinyasi              6000
Persediaan produk
jadi                            6000
Barang-barang 
konsinyasi           6000
Pengiriman barang
konsinyasi                6000
Dibayar ongkos angkut
Ongkos angkut       40 
Kas                            40
Ongkos angkut       40 
Kas                            40
Mencatat hasil penjualan
Piutang dagang      7450 
Hasil penjualan         7450
Piutang dagang      7450 
Hasil penjualan        7450
Mencatat HPP
HPP                        6000 
Barang-barang
Konsinyasi                6000

Menghapus saldo pengiriman barang konsinyasi

Pengiriman barang 
Konsinyasi             6000
Barang-barang
konsinyasi                6000



Sumber : http://resum.wordpress.com/2010/12/28/penjualan-konsinyasi/